MEMPERSIAPKAN GENERASI MASA DEPAN

Anak-anak pada hakikatnya memiliki kebutuhan belajar untuk memahami hal-hal baru. Pada dasarnya mereka selalu ingin mengeksplorasi dunia yang ada di sekelilingnya. Namun, seringkali kita sebagai orang tua dan guru mematikan keinginan mereka dengan memaksakan “cara” yang kita yakini benar ketimbang memberikan mereka kebebasan bereksplorasi. Karena kita dididik dengan cara belajar yang terlampau formal dan sejak kecil sudah didoktrin bahwa angka tinggi dan ranking adalah jaminan kesuksesan maka hal itu pula yang kita paksakan pada anak. Padahal, bisa jadi mereka memiliki cara belajar dan cara pandang yang berbeda dengan cara pandang guru dan orang tua. Oleh karenanya, orang tua dan guru di zaman peradaban global ini seharusnya lebih jeli dan lebih mampu memahami perbedaan-perbedaan karakter masing-masing anak yang nantinya akan berhubungan dengan cara belajarnya. Kesalahan sistem pendidikan formal kita salah satunya adalah karena seringkali memaksakan metode yang sama untuk diterapkan pada semua anak dan miskin cara pandang dalam menyelesaikan masalah.

Orang tua dan guru tidak lagi bisa berpatokan pada pakem pendidikan lama yang hanya berkiblat pada satu cara pandang. Kelak ketika dunia benar-benar tanpa batas akibat kecanggihan teknologi, yang benar-benar dibutuhkan adalah kemampuan beradaptasi untuk hidup dalam keragaman selain memiliki kompetensi teknis yang mumpuni. Orientasi pada penguasaan materi berdasarkan KKM sungguh akan ketinggalan zaman. Adaptasi ini mensyaratkan cara pandang yang terbuka untuk menyelesaikan berbagai persoalan.

Walaupun demikian, identitas kultur dan spiritualitas hendaklah tetap lekat pada diri anak-anak sebagai pagar moral mempertahankan eksistensi kemanusiaannya agar tidak sekedar menjadi robot yang berkerja untuk materi semata. Cara belajar sejak dini akan mempengaruhi cara berpikir dan cara memandang persoalan kelak ketika dewasa. Mulailah menentukan strategi bagaimana membentuk cara berpikir anak sejak dini, dimulai dengan memilih pendidikan yang berorientasi pada masa depan, yang mampu mempersiapkan anak-anak untuk bertarung pada zamannya, bukan zaman orang tuanya.

Salam, Asrilla Noor

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s