Untukmu Ibu Asmah Syahruni

Ibu Asmah, begitulah banyak orang memanggilnya

Bukan perempuan biasa.

Seorang pemimpin, seorang guru, seorang panutan tauladan.

Seorang perempuan, seorang ibu, seorang nenek, seorang datuk.

Kami belajar banyak dari sosoknya.

Ibu Asmah, begitulah banyak orang memanggilnya.

Superwoman, multitasking istilah anak-anak muda sekarang.

Sumber inspirasi bagi banyak orang, terutama perempuan.

Tak pernah teriak emansipasi, tetapi dirinya adalah kata kerja emansipasi itu sendiri.

Perempuan kuat yang mengarungi hidup untuk orang banyak. Tak pernah mengeluh.

Beliau melahirkan visi.

Beliau menunjukkan bahwa perempuan dapat berkarya, dapat mandiri, dapat menjadi pemimpin.

Tanpa harus meninggalkan keluarganya hanya sekedar untuk ambisi.

Hidupnya untuk mengurus orang banyak, mengurus umat. Bukan sekedar memikirkannya.

Setiap ucapan yang disampaikannya adalah kata kerja, tidak berhenti sekedar menjadi retorika.

Ibu Asmah, begitulah banyak orang memanggilnya.

Perempuan yang bersikap.

Tak ada kata plin plan dalam kamus hidupnya.

Karena setiap langkahnya dibimbing Allah Ta’ala.

Berani mengambil resiko, tak pernah lari dari tanggung jawabnya.

Semua dihadapi dengan  Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Setiap keputusannya diambil atas kepentingan orang banyak.

Tak jarang yang salah sangka, namun sadar kemudian saat kebenaran nyata.

Ibu Asmah, begitulah banyak orang memanggilnya.

Suatu saat pernah berkata, ” Jangan lagi do’akan aku umur panjang, do’akan aku sehat saja. Hidupku sudah cukup lama”.

Di lain waktu saat pendengarannya berkurang beliau berkata ” Biar saja aku tuli, yang penting aku masih bisa membaca Al-Qur’an”.

Rasa syukur adalah kekuatan hidupnya.

Pintanya hanya satu, “Aku hanya minta agar tidak pikun”. Dan Allah mengabulkannya.

Beliau sadar hingga akhir hayatnya.

Ibu Asmah Syahruni,

Insya Allah, engkau berpulang dalam Husnul Khatimah.

Insya Allah, engkau adalah kekasih Allah dalam Jannah.

Insya Allah, engkau berkumpul dengan Rasulullah beserta sahabat dan pengikutnya.

Kehilangan menjadi milik kami kini untuk menghantarkan kebahagiaan hakiki bagimu.

Kami ikhlaskan engkau wahai perempuan mulia meneruskan kehidupanmu di Alam Barzah.

Innalillahi wa inna illaihi roji’un…….Semua adalah milik Allah semata dan akan kembali kepada-Nya jua.

#asmahsjahruni   @husnulkhatimah
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: